Dalil Al Qur’an tentang tidak bergeraknya bumi (1).

oleh: Abu Abdil Mushawwir

Dalil pertama

وَأَلْقَىَ فِي الأرْضِ رَوَاسِيَ أَن تَمِيدَ بِكُمْ وَأَنْهَاراً وَسُبُلاً لّعَلّكُمْ تَهْتَدُونَ

a. Dan Dia menancapkan gunung-gunung di bumi supaya bumi itu tidak guncang bersama kamu, (dan Dia menciptakan) sungai-sungai dan jalan-jalan agar kamu mendapat petunjuk  (QS.An Nahl :15)

وَجَعَلْنَا فِي الأرْضِ رَوَاسِيَ أَن تَمِيدَ بِهِمْ وَجَعَلْنَا فِيهَا فِجَاجاً سُبُلاً لّعَلّهُمْ يَهْتَدُونَ

b. Dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu (tidak) goncang bersama mereka, dan telah Kami jadikan (pula) di bumi itu jalan-jalan yang luas, agar mereka mendapat petunjuk (Al Anbiyaa’ :31)

خَلَقَ السّمَاوَاتِ بِغَيْرِ عَمَدٍ تَرَوْنَهَا وَأَلْقَىَ فِي الأرْضِ رَوَاسِيَ أَن تَمِيدَ بِكُمْ وَبَثّ فِيهَا مِن كُلّ دَآبّةٍ وَأَنزَلْنَا مِنَ السّمَآءِ مَآءً فَأَنْبَتْنَا فِيهَا مِن كُلّ زَوْجٍ كَرِيمٍ

c. Dia menciptakan langit tanpa tiang yang kamu melihatnya dan Dia meletakkan gunung-gunung (di permukaan) bumi supaya bumi itu tidak menggoyangkan kamu; dan memperkembang biakkan padanya segala macam jenis binatang. Dan Kami turunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan padanya segala macam tumbuh-tumbuhan yang baik. Luqman :10

Kata ( ماد – يميد - ميدا ) artinya إهـتـز (bergoyang)
Bisa berarti juga دار (berputar/beredar) seperti kalimat مادت الارض (Bumi berputar)
(Lihat Imam Jauhari dalam ash Shihah, dan Ibnu Mandhur dalam Lisaanul Arab 3/411) –Silakan tanya sendiri orang arab bagaimana cara mengungkapkan kalimat “Bumi berputar” –

Mungkin ada yang menyangka ini adalah pemahaman bahasa saja (!!!)
Bahwa bahasa Arab memiliki banyak makna, lalu kami secara serampangan mengambil makna yang sesuai pemahaman kami, kemudian dari pemahaman ini didapat penafsiran yang keliru.

Kami jawab: bahwa Al Quran diturunkan dengan bahasa Arab , Maka untuk menafsirkannya tentulah harus difahami dengan qawa-id (grammar) bahasa Arab.
Juga dengan pemahaman orang Arab itu sendiri dalam memahami makna kalimat beserta ungkapan-ungkapannya. Maka rujuklah kepada kitab-kitab para Ulama Lughah dan Tafsir.
Dan mari kita lihat perkataan para mufassir (Ahli Tafsir) tentang ayat ini.
(Yang kami sampaikan sebagian besar adalah perkataan Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir Al Qur’anul Azhim, sebab Tafsir ini adalah salah satu tafsir bil ma’tsur terbaik, yang dipakai rujukan oleh para Ulama kita. Selain itu kitab ini sudah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa termasuk bahasa Indonesia)

#  Berkata Imam Imaduddin Abul Fida’ Ismail Ibnu Katsir (Wafat 774H) dalam tafsirnya saat menafsirkan surat al-Anbiyaa’ ayat 31:  [#1]

وقوله: «وجعلنا في الأرض رواسي» أي جبالاً أرسى الأرض بها وقررها وثقلها لئلا تميد بالناس, أي تضطرب وتتحرك, فلا يحصل لهم قرار عليها لأنها غامرة في الماء إلا مقدار الربع. فإنه باد للهواء والشمس ليشاهد أهلها السماء وما فيها من الاَيات الباهرات والحكم والدلالات, ولهذا قال: {أن تميد بهم} أي لئلا تميد بهم

Lihat juga perkataannya dalam menafsirkan Surat an Nahl ayat 15:   [#2]

ثم ذكر تعالى الأرض وما ألقى فيها من الرواسي الشامخات, والجبال الراسيات, لتقر الأرض ولا تميد, أي تضطرب بما عليها من الحيوانات فلا يهنأ لهم عيش بسبب ذلك, ولهذا قال: {والجبال أرساها}

Juga dalam Surah Luqman ayat 10:            [#3]

ألقى في الأرض رواسي} يعني الجبال أرست الأرض وثقلتها لئلا تضطرب بأهلها على وجه الماء, ولهذا قال {أن تميد بكم} أي لئلا تميد بكم.

#  Berkata Imam al Baghawi saat menafsirkan surat an Nahl ayat 15 :

. ” وألقى في الأرض رواسي أن تميد بكم “أي: [لئلا تميد بكم]أي تتحرك وتميل. وألميد: هو الاضطراب والتكفؤ، ومنه قيل للدوار الذي يعتري راكب البحر:ميد. قال وهب:لما خلق الله الأرض جعلت تمور فقالت الملائكة: إن هذه غير مقرة أحدا على ظهرها فأصبحت وقد أرسيت بالجبال فلم تدر الملائكة مم خلقت الجبال. “وأنهاراً و سبلاً”أي: وجعل فيها أنهاراً وطرقاً مختلفة،”لعلكم تهتدون”،إلى ما تريدون فلا تضلون.

#  Berkata Imam Abu Abdillah Muhammad bin Ahmad bin Abu Bakr al Qurthubi (Wafat 671H) saat menafsirkan surat al-Anbiyaa’ ayat 31:        [#4]

قوله تعالى: “وجعلنا في الأرض رواسي” أي جبالا ثوابت. “أن تميد بهم” أي لئلا تميد بهم، ولا تتحرك ليتم القرار عليها؛ قاله الكوفيون. وقال البصريون: المعنى كراهية أن تميد. والميد التحرك والدوران. يقال: ماد رأسه؛ أي دار.

“Firman Allah وجعلنا في الأرض رواسي maksudnya adalah gunung gunung yang teguh. Sedangkan أن تميد بهم yaitu agar bumi itu tidak bergerak bersama mereka, dan tidak berguncang agar bisa dijadikan tempat tinggal dengan sempurna. Ini adalah perkataan Ahli Kuffah, sedangkan perkataan Ahli Bashrah أن تميد بهم adalah mencegah agar tidak bergerak dan berputar. Dikatakan ماد رأسه adalah kepalanya berputar”

#  Berkata Imam Syaukani saat menafsirkan surat al-Anbiyaa’ :” الميد adalah bergerak dan berputar, maksudnya ialah agar bumi itu tidak bergerak dan berputar bersama penghuninya.”

Sisi pengambilan dalil: Allah memantapkan bumi dengan gunung-gunung, agar manusia bisa menjalankan aktivitasnya dengan tenang serta agar bisa berjalan di segala penjurunya dalam keadaan bumi itu tenang dan tidak bergerak bersama mereka, juga tidak berputar.

(bersambung, insya Allah)

__________________________________

Footnote:

  1. Ibnu Katsir, Tafsir Al Quranul ‘Azhim, Juz 9 hal 401
  2. Ibnu Katsir, Tafsir Al Quranul ‘Azhim, Juz 8 hal 300
  3. Ibnu Katsir, Tafsir Al Quranul ‘Azhim, Juz 11 hal 49
  4. Al Qurthubi, Jami’u li Ahkamil Qur’an, , Juz 14 hal 198

—————————-

Referensi:

  1. Al Qur’anul Kariim
  2. Tafsir Ibnu Katsir
  3. Tafsir al Qurthubiy
  4. Tafsir al Baghawiy
  5. Lisanul Arab, Ibnu Mandhur
  6. Matahari Mengelilingi Bumi, Ahmad Sabiq

Leave a Reply