Dalil Al Qu’ran tentang tidak bergeraknya bumi (2)

oleh: Abu Abdil Mushawwir

Dalil kedua

إِنّ اللّهَ يُمْسِكُ السّمَاوَاتِ وَالأرْضَ أَن تَزُولاَ وَلَئِن زَالَتَآ إِنْ أَمْسَكَهُمَا مِنْ أَحَدٍ مّن بَعْدِهِ إِنّهُ كَانَ حَلِيماً غَفُوراً

Sesungguhnya Allah menahan langit dan bumi supaya jangan bergeser; dan sungguh jika keduanya bergeser tidak ada seorang pun yang dapat menahan keduanya selain Allah. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun. (QS. Fathiir :41)

Kata (زال - يزول - زولا ) bermakna  ذهب (pergi/ berlalu)   تنحّي (menyingkir/ menjauh)   هلك (mati/ binasa)  تحرّك (bergerak/ bergoyang)

Dalam terjemahan versi Depag, kata  زال dalam ayat ini diartikan binasa. Namun jika kita merujuk kepada kitab-kita induk tafsir, kata ini dibawa ke dalam makna ‘bergeser dari satu tempat ke tempat lain’.

Dikatakan  زالت الشمس artinya matahari tergelincir/ bergeser.

Sekarang mari kita lihat penafsiran para Ulama Tafsir:

# Berkata Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya saat menafsirkan surat Fathiir ayat 41:     (#1)

فقال {إن الله يمسك السموات والأرض أن تزولا} أي أن تضطربا عن أماكنهما, كما قال عز وجل: {ويمسك السماء أن تقع على الأرض إلا بإذنه} وقال تعالى: {ومن آياته أن تقوم السماء والأرض بأمره}

“Firman Allah: ‘Sesungguhnya Allah menahan langit dan bumi supaya jangan bergeser’ yakni agar tidak bergerak dari tempatnya. Seperti firman-Nya: “Dan Dia menahan (benda-benda) langit jatuh ke bumi, melainkan dengan izin-Nya” (QS al Hajj :65). Juga firman-Nya: “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah berhentinya langit dan bumi dengan iradah-Nya.” (QS. Ar Ruum:25)

Sisi pengambilan dalil: Allah menahan langit dan bumi agar tidak bergerak/ bergeser. Berarti langit dan bumi diam di tempatnya. Tidak bergerak, apalagi berputar.

____________________________

Footnote:

  1. Ibnu Katsir, Tafsir Al Quranul ‘Azhim, Juz 11 hal 338

Leave a Reply