Dalil Al’Quran tentang tidak bergeraknya bumi (3)

oleh: Abu Abdil Mushawwir

Dalil ketiga

وَمِنْ آيَاتِهِ أَن تَقُومَ السّمَآءُ وَالأرْضُ بِأَمْرِهِ

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah berhentinya langit dan bumi dengan iradah-Nya. (QS.Ruum :25)

Kata  ( قام - يقوم - قياما ) bermakna  وقف (berhenti)  إنتصب (berdiri tegak) إنتصف (berada di tengah-tengah) dst

Kata  ( قام - يقوم - قياما ) bermakna  وقف (berhenti ) sebagaimana firman Allah:

كُلّمَا أَضَآءَ لَهُمْ مّشَوْاْ فِيهِ وَإِذَآ أَظْلَمَ عَلَيْهِمْ قَامُوا

…. Setiap kali kilat itu menyinari mereka, mereka berjalan di bawah sinar itu, dan bila gelap menimpa mereka, mereka berhenti…. (QS. Al Baqarah :20)

#  Berkata Imam Ibnu Mandhur: “Di antara makna ini adalah firman Allah: ‘Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah berhentinya langit dan bumi dengan iradah-Nya.’ (QS.Ruum :25)
Artinya adalah diam dan tetap, serta tidak bergerak dan tidak pula berputar.”   (#1)

# Berkata Ibnu Katsir di dalam tafsirnya, Surat Ruum ayat 25:   (#2)

ثم قال تعالى: {ومن آياته أن تقوم السماء والأرض بأمره} كقوله تعالى: {ويمسك السماء أن تقع على الأرض إلا بإذنه} وقوله {إن الله يمسك السموات والأرض أن تزولا}

Kemudian Allah berfirman: ” Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah berhentinya langit dan bumi dengan iradah-Nya,” seperti firman Allah: Dan Dia menahan langit agar tidak jatuh ke bumi, melainkan dengan izin-Nya” (QS al Hajj :65). Juga firman-Nya: ” Sesungguhnya Allah menahan langit dan bumi supaya jangan bergeser (QS. Fathiir :41)

Sisi pengambilan dalil: Allah menahan langit dan bumi agar berhenti, yakni tidak bergerak.

—————————–
Footnote:

  1. Lisaanul Arab 12/498
  2. Ibnu Katsir, Tafsir Al Quranul ‘Azhim, Juz 11 hal 22

Leave a Reply