Dalil Al Qur’an tentang tidak bergeraknya bumi (4)

oleh: Abu Abdil Mushawwir

Dalil keempat

اللّهُ الّذِي جَعَـلَ لَكُـمُ الأرْضَ قَـرَاراً وَالسّمَآءَ بِنَـآءً وَصَوّرَكُـمْ فَأَحْسَنَ صُوَرَكُـمْ وَرَزَقَكُـمْ مّنَ الطّيّبَاتِ ذَلِكُمُ اللّهُ رَبّكُـمْ فَتَـبَارَكَ اللّهُ رَبّ الْعَالَمِينَ

a. Allah-lah yang menjadikan bumi bagi kamu tempat menetap dan langit sebagai atap, dan membentuk kamu lalu membaguskan rupamu serta memberi kamu rezeki dengan sebahagian yang baik-baik. Yang demikian itu adalah Allah Tuhanmu, Maha Agung Allah, Tuhan semesta alam. (QS al Mu’min :64)

أَمّن جَعَلَ الأرْضَ قَرَاراً وَجَعَلَ خِلاَلَهَآ أَنْهَاراً وَجَعَلَ لَهَا رَوَاسِيَ وَجَعَلَ بَيْنَ الْبَحْرَيْنِ حَاجِزاً أَإِلَـَهٌ مّعَ اللهِ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لاَ يَعْلَمُونَ

b. Atau siapakah yang telah menjadikan bumi sebagai tempat berdiam, dan yang menjadikan sungai-sungai di celah-celahnya, dan yang menjadikan gunung-gunung untuk (mengokohkan) nya dan menjadikan suatu pemisah antara dua laut? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Bahkan (sebenarnya) kebanyakan dari mereka tidak mengetahui (QS. An Naml : 61)

Kata قرار adalah tetap dan tenang di satu tempat. (Lihat al Qamus al Muhith 2/119 dan Lisaanul Arab 5/86)

* Berkata Ibnu Katsir di dalam tafsirnya, Surat al Mu’min ayat 64:   [#1]

وقوله تعالى: {الله الذي جعل لكم الأرض قراراً} أي جعلها لكم مستقراً بساطاً مهاداً تعيشون عليها وتتصرفون فيها وتمشون في مناكبها وأرساها بالجبال لئلا تميد بكم

Dan firman Allah Ta’ala: “Allah-lah yang menjadikan bumi bagi kamu tempat menetap” maksudnya Allah menjadikan bumi bagi kalian sebagai tempat tinggal, Kalian bisa berbuat sesuatu di dalamnya serta bisa berjalan pada permukaannya. Dan Allah menancapkan gunung-gunung di bumi agar bumi itu tidak bergerak bersama kalian.

* Berkata Ibnu Katsir dalam menafsirkan QS. An Naml ayat 61:   [#2]

يقول تعالى: {أمن جعل الأرض قراراً} أي قارة ساكنة ثابتة لا تميد ولا تتحرك بأهلها ولا ترجف بهم فإنها لو كانت كذلك لما طاب عليها العيش والحياة بل جعلها من فضله ورحمته مهاداً بساطاً ثابتة لا تتزلزل ولا تتحرك كما قال تعالى في الاَية الاَخرى {والله الذي جعل لكم الأرض قراراً والسماء بناء

Allah Berfirman :” Atau siapakah yang telah menjadikan bumi sebagai tempat berdiam.’ قرار maksudnya adalah diam, tenang, tetap tidak bergerak, serta tidak membuat guncang penghuninya. Karena bumi seandainya seperti itu, maka tidak mungkin dihuni dengan baik, akan tetapi Allah menjadikannnya sesuatu yang terhampar, tidak berguncang, dan tidak bergerak.: sebagaimana firman Allah Ta’ala dalam ayat lainnya: ‘ Allah-lah yang menjadikan bumi bagi kamu tempat menetap dan langit sebagai atap’ (QS Al Mu’min :64).”

Sisi pengambilan dalil: Allah menjadikan bumi sebagai tempat menetap, tempat berdiam, Allah yang Maha Penyayang menjadikan bumi diam, tenang, tidak bergerak.

_______________________________

Footnote:

  1. Tafsir Ibnu Katsir Juz 12 hal 207
  2. Tafsir Ibnu Katsir Juz 10 hal 420

Satu Tanggapan

  1. assalamu’alaikum,
    Al-Qur’an sudah pasti benarnya,
    Tetapi perkataan manusia, sedalam apa pun ilmu beliau-beliau, bisa saja ada salahnya.

    “Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal dia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Al Qur’an, 27:88)

    http://apod.nasa.gov/apod/ap070514.html
    http://www.youtube.com/watch?v=8Vmmv0gOfWw

    Wallahu a’lam.
    Bagaimanakah gunung berjalan sebagaimana berjalannya awan?
    Saat bumi berotasi, gunung laut bahkan awan ikut berputar.

    Wahana antariksa Galileo tahun 1990-an memotret bumi dalam rentang waktu 25 jam. Foto-foto itu memperlihatkan dengan jelas rotasi bumi. Oleh ilmuwan kemudian foto-foto yang tidak bergerak itu digabungkan menjadi video.
    Subhanallah. Awan-awan (yang dilihat dari bumi adanya tinggi di angkasa) ternyata itu ikut berputar sebagaimana halnya daratan berputar.

Tinggalkan Balasan