oleh: Abu Abdil Mushawwir
لاَ الشّمْسُ يَنبَغِي لَهَآ أَن تدْرِكَ القَمَرَ وَلاَ الْلّيْلُ سَابِقُ النّهَارِ وَكُلّ فِي فَلَكٍ يَسْبَحُونَ
Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya (QS Yaasiin : 40)
وَهُوَ الّذِي خَلَقَ الْلّيْلَ وَالنّهَارَ وَالشّمْسَ وَالْقَمَرَ كُلّ فِي فَلَكٍ يَسْبَحُونَ
Dan Dialah yang telah menciptakan malam [...]
DIarsipkan di bawah: Geosentris dan Islam | Ditandai: Astronomi, bumi, Geosentris, Heliosentris, Islam, matahari, tafsir | 2 Komentar »